Minggu, 25 September 2022

Tahapan Pembangunan Sistem E Business

VISI DAN PROSPEK MEMBANGUN E-BUSINESS

            Membangun sistem e-Business buka hanya mengkomputerisasi SI bisnis yang kemudian dihubungkan ke Internet. Jika pemahaman itu yang menjadi landasan dalam membangun sistem e-Business, maka niscaya sistem itu sulit untuk bertahan. Adanya keinginan yang kuat dan konsisten untuk membangun hubungan langsung dengan konsumen. Pembangunan Jaringan Komunitas Perluasan pasar Masuk era persaingan global.

MANAJEMEN TEKNOLOGI E-BUSINESS

        Manajemen teknologi bisnis adalah ilmu manajemen yang menggabungkan bidang bisnis dengan teknologi pengambilan keputusan pada jenjang manapun dalam suatu perusahaan. Manajemen teknologi bisnis ini mempunyai prinsip dan pedoman yang dikenal dengan istilah "kapabiltas" untuk mengorganisir dan meningkatkan kinerja perusahaan.

        

  • Manajemen teknologi dalam proses e-business ini pada umumnya dapat dikelompokkan dalam dua perspektif, yaitu: 1. Perspektif Teknis Dilihat dari sisi teknis, manajemen teknologi informasi dalam e-business dibagi kedalam dua fungsi, yaitu fungsi penciptaan dan fungsi penyebaran.

PEMODELAN SISTEM E-BUSINESS

1. Membangun sebuah sistem yang besar dan kompleks SI e-Business, tim pembuat pembuat sistem perlu membuat model 

2. Pemodelan tersebut menggambarkan aliran data yang akan di proses menjadi informasi; aliran distribusi juga akan digambarkan. Dengan demikian, arus data informasi dapat terlihat secara jelas. 

3. Penggambaran pemodelan dapat menggunakan sistem flowchart atau blo diagram.

METODE DAUR HIDUP UNTUK MEMBANGUN SI E-BUSINESS

Sebuah sistem yang kompleks secara sistematis dan terintegrasi, dibutuhkan metode-metode pembanguna sistem seperti daur hidup, prototype, dan spiral. metode daur hidup cocok untuk pembangunan sistem e-business, karena memiliki beberapa beberapa karakteristik yaitu proses dilakukan selangkah demi selangkah yang disertai dengan proses doumentasi yang rapi.

Metode daur hidup terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu

1. Tahap perencanaan,

2. Analisis

3. Perancangan

4. Penerapan

5. Evaluasi

6. Penggunaan

7. Pemeliharaan.

Pada setiap tahapan dilakukan proses pendokumentasian atas segala yang telah dilakukan atau disepakati. Metode daur hidup cocok untuk pembangunan sistem e-business, karena memiliki beberapa beberapa karakteristik yaitu proses dilakukan selangkah demi selangkah yang disertai dengan proses doumentasi yang rapi.

MODEL BISNIS

        


        Model bisnis menggambarkan suatu pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai - baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. seperti garis besar bagaimana sebuah perusahaan mendapatkan uang dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Model bisnis menjelaskan empat hal berikut ini:

1. Produk atau jasa apa yang akan dijual perusahaan.

2. Bagaimana cara memasarkan produk atau jasa ke publik.

3. Berapa banyak biaya yang dibutuhkan.

4. Bagaimana cara mendapatkan keuntungan.

        Karena terdapat banyak sekali tipe bisnis di luar sana, model bisnis selalu berubah secara dinamis. Tidak ada sebuah model bisnis yang bisa diaplikasikan ke setiap bisnis.

Komponen Penting dari Model Bisnis

Jika bicara tentang komponen, model bisnis bisa bervariasi mulai dari bentuk dan fungsinya. Seperti yang sudah kamu ketahui mengenai definisi dan contoh singkat dari model bisnis, itu semua memiliki komponen-komponen dasar yang sama.

Elemen penting dari sebuah model bisnis adalah value proposition, target pasar yang jelas, dan keunggulan dari kompetitor. Tanpa elemen-elemen tersebut, kamu tidak akan memiliki cara lain untuk mendatangkan pemasukan.

Model bisnis bukan hanya sekadar menghasilkan pemasukan, kamu juga harus memikirkan biaya produksi dan faktor lainnya supaya bisa melihat gambaran jelasnya. Komponen-komponen apa yang harus dipertimbangkan ketika sedang membuat model bisnis? Berikut 10 komponen yang mesti kamu pikirkan:

1. Value proposition: Sebuah fitur yang membuat produk atau layananmu menarik konsumen.

2. Target pasar: Kelompok konsumen spesifik yang tertarik akan produk atau layanan bisnismu.

3. Keunggulan kompetitif: Fitur unik dari produk atau layanan yang akan sulit dijiplak oleh  kompetitor-kompetitor.

4. Struktur biaya: Daftar pengeluaran tetap dan variabel yang dibutuhkan perusahaan  agar tetap berjalan. Ini akan sedikit-banyak berpengaruh pada penetapan harga jual.

5. Metrik: Cara perusahaan untuk mengukur keberhasilan produk atau layanan.

6. Sumber daya: Aset fisik, keuangan, dan intelektual perusahaan kamu.

7. Masalah dan solusi mengatasinya: Ini termasuk kesulitan yang biasanya akan dihadapi konsumen, dan perusahaan harus memiliki solusi untuk mengatasinya.

8. Model pendapatan: Kerangka kerja yang mengidentifikasi sumber pendapatan yang layak untuk dicapai.

9. Aliran pendapatan: Berbagai cara perusahaan kamu sehingga dapat menghasilkan pendapatan.

10. Margin keuntungan: Jumlah penghasilan yang sudah melebihi biaya operasional perusahaan.

        Itulah adalah hal-hal penting yang bisa membantumu untuk membuat model bisnis, dan kemungkinan besar akan berubah seiring dengan matangnya perusahaan yang kamu rintis. Di awal berjalannya perusahaan, kamu mungkin tidak memiliki gagasan atau konsep yang jelas tentang seperti apa komponen-komponen yang krusial untuk menentukan model bisnis.

        Namun, ketika kamu sudah merencanakan untuk  membuat model bisnis, komponen-komponen tersebut akan menjadi lebih jelas terlihat sehingga visi perusahaan terarah. Seiring dengan majunya perusahaan, kamu tetap bisa menyesuaikan model bisnis dan sekaligus strategi-strateginya.

Tahapan Pembangunan Sistem E Business

VISI DAN PROSPEK MEMBANGUN E-BUSINESS                Membangun sistem e-Business buka hanya mengkomputerisasi SI bisnis yang kemudian dihubu...